Selasa, 04 November 2014

Move On

Well well well. This is about our life.
And, guys. Pernah nggak berfikir betapa cerobohnya kita? Yang aku bahas disini sekarang perihal cinta. Pernah dengar kata menyesal? Tau kalo ada beberapa orang yang sudah akrab dengan penyesalan? Ya, itu semua disebabkan (umumnya) oleh ketidak ikhlasan hati melihat dia pergi. Dan efeknya ga main-main kan? Sakitnya itu bisa sampe ke ubun-ubun, mati'in saraf otak, yang bekerja hanya nafsu dan amarah pada diri sendiri.
Dan pada akhirnya, apa yang terjadi? Melakukan hal yang menimbulkan penyesalan lagi? Jangan lah.
Aku, aku terbiasa dengan penyesalan itu. Menghakimi diri sendiri atas kecerobohan yang pernah aku buat seakan-akan dengan itu aku akan tenang. Tetapi apa? Yang ada hanyalah sakit.
Pernah dengar kata move on?
Move on
Move on
Move on
Dengan itulah penyesalan bisa diatasi sebenarnya. Tetapi ngejalaninnya ga semudah ngucapin, kan kan kan?  Iya terang aja susah, prosesnya juga lama. Bahkan ada yang menjalani prosesnya selama bertahun-tahun. Sesulit itukah move on?
Ceroboh
Menyesal
Move on
Lalu???
Bangkit (?)
Mungkin :)
Hanya beberapa orang yang langsung mengambil keputusan itu, itu biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah memilih jalan untuk jadi lebih dewasa. Semua itu ada di tangan kita masing-masing. Bagaimana menjadikan diri lebih bersemangat, punya tujuan hidup yang lebih penting dari sekedar menikmati cinta monyet yang pastinya akan tergantikan oleh cinta yang lbih menyempurnakan. Hanya saja itu akan terjadi, bila kita mengizinkan sseseorang yang lebih baik untuk memasuki hidup kita. Dengan apa? Dengan membiarkan kenangan yang menorehkan luka hanya menjadi kepingan masalalau yang akan mendewasakan diri kita masing-masing. Just that simple. Ngga akan ada yang rumit kok! Semuanya bisa, bisa, bisa, bisa kita lakukan. Jangan pendam sampah terlalu lama, baunya akan kemana-mana. Begitu pula kenangan tentang seserang yang mencampakan kita lalu pergi dari hidup kita. Well, guys. Kita bukan pemulung, right? Atau ada yang ingin jadi pemulung? Yang mungutin barang bekas? Sampah? Pemulung aja mungutin barang bekas untuk dijadiin uang, jadi akan lebih baik kalo kita mungutin mantan terus dijadiin uang. Right? Mulai sekarang, mawas diri saja. Jangan loncat kedalam lubang yang jelas-jelas akan menyusahkan kita untuk keluar darinya. Menyimpan kenangan boleh, tetapi tidak untuk selalu dikenang dan membuat kita jalan ditempat. Seperti dance suffle yang loncat-loncat tapi ga pindah-pindah tempat. Say welcome to the other love, and you will find your real happiness! See ya at the new entry!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar