Hallooo lagiiiiii !!!
Gutmorning goodpeople? Pastikan kalian bahagia hari ini.
Langsung saja ya untuk pembahasan kali ini.
Untuk
sebagian besar orang, memastikan apa yang akan dilakukan sepanjang
hari, tepat ketika hari dimulai adalah sesuatu yang kurang penting.
Padahal, sama dengan menentukan tema dalam menulis cerita, tidak akan
terarah cerita itu apabila ide pokok tidak ditentukan terlebih dahulu.
Lalu bagaimana dengan sebuah hubungan?
Banyak yang bilang bahwa sebuah hubungan bisa berjalan baik apabila kedua pasangan saling cinta. Apakah cinta itu cukup?
Banyak yang bilang bahwa berumahtangga itu tidak masalah asalkan ada cinta di dalamnya.
Apakah cinta itu cukup?
Banyak yang bilang bahwa menentukan pasangan hidup harus berdasarkan cinta.
Apakah cinta itu cukup?
Tidak.
Tidak cukup.
Nyatanya
banyak sekali hubungan kandas walaupun awalnya terlihat sangat harmonis
dan membuat setiap mata memandang iri. Mereka mengaku samasama cinta,
kan? Lalu apa penyebab cinta itu memisahkan mereka?
Pada masalah umumnya, sedikit yang menyadari bahwa jika hanya berbekal cinta, semua hampir tidak bisa dicapai.
Mengapa
begitu? Karena cinta tak pernah datang sendiri, ada terselip keegoisan,
kesabaran, keinginan, dan banyak ke-an yang lain di dalamnya. Oleh
karena itulah, jika hanya cinta saja, semua tidak memiliki alas yang
kokoh.
Seharusnya semua orang menyadari bahwa untuk mempertahankan, kerelaan berkorban sangat dibutuhkan. Kalau tidak ada KESIAPAN menghadapi semuanya, semua masalah yang datang hanya berupa cobaan untuk memisahkan, bukan untuk menguatkan.
Bonus :
Memang
sulit sekali menggurui setiap orang perihal cinta. Teori bertubi-tubi
pun tidak menjamin seseorang akan bahagia dengan cintanya.
Dan hal
yang lebih penting lainnya, ada beberapa orang yang hanya datang untuk
mengajarkan apa arti cinta, bukan untuk saling memiliki dalam cinta.
Kesuksesan
sebuah hubungan adalah kelapangan hati untuk bersabar dan mau melakukan
sesuatu untuk apa yang kita jalani. Namun, jangan membiarkan diri hanya
menjadi korban dalam sebuah hubungan, karena, bisa saja kamu cinta, dia
tidak. Lalu kemudia dia memanfaatkan perasaanmu untuk melakukan yang
dia mau.
Apalagi untuk seorang wanita, tidak banyak wanita yang
mau menyisihkan egoisnya untuk seorang yang dia cinta. Namun, ketika hal
itu dilakukan, sedikit sekali laki-laki yang menyadari pengorbanan
seorang wanita dalam menyakiti hatinya sendiri demi senyum seseorang
yang dia cintai.
Cukup, cukup.
Hari ini saya tidak menjadi filsafat cinta, karena dalam hal ini saja saya masih sangatlah payah.
See you again,
Oh ya kalau ada yang mau sharing
sesama remaja, silahkan hubungi saya di marsyagiptajuliana@gmail.com .
Dengan senang hati saya akan membalasnya (kalau ada wifi atau paket
internet hohohoho), tapi sooner or later pasti dijawab.
Terimakasih telah membaca !