Rabu, 18 November 2015

Apakah Cinta Itu Cukup ?

Hallooo lagiiiiii !!!
 Gutmorning goodpeople? Pastikan kalian bahagia hari ini.
Langsung saja ya untuk pembahasan kali ini.
Untuk sebagian besar orang, memastikan apa yang akan dilakukan sepanjang hari, tepat ketika hari dimulai adalah sesuatu yang kurang penting. Padahal, sama dengan menentukan tema dalam menulis cerita, tidak akan terarah cerita itu apabila ide pokok tidak ditentukan terlebih dahulu. Lalu bagaimana dengan sebuah hubungan?

 Banyak yang bilang bahwa sebuah hubungan bisa berjalan baik apabila kedua pasangan saling cinta. Apakah cinta itu cukup?
Banyak yang bilang bahwa berumahtangga itu tidak masalah asalkan ada cinta di dalamnya.
Apakah cinta itu cukup?
Banyak yang bilang bahwa menentukan pasangan hidup harus berdasarkan cinta.
Apakah cinta itu cukup?

Tidak.

Tidak cukup.

Nyatanya banyak sekali hubungan kandas walaupun awalnya terlihat sangat harmonis dan membuat setiap mata memandang iri. Mereka mengaku samasama cinta, kan? Lalu apa penyebab cinta itu memisahkan mereka?
Pada masalah umumnya, sedikit yang menyadari bahwa jika hanya berbekal cinta, semua hampir tidak bisa dicapai.
Mengapa begitu? Karena cinta tak pernah datang sendiri, ada terselip keegoisan, kesabaran, keinginan, dan banyak ke-an yang lain di dalamnya. Oleh karena itulah, jika hanya cinta saja, semua tidak memiliki alas yang kokoh.
Seharusnya semua orang menyadari bahwa untuk mempertahankan, kerelaan berkorban sangat dibutuhkan. Kalau tidak ada KESIAPAN menghadapi semuanya, semua masalah yang datang hanya berupa cobaan untuk memisahkan, bukan untuk menguatkan.


Bonus :

Memang sulit sekali menggurui setiap orang perihal cinta. Teori bertubi-tubi pun tidak menjamin seseorang akan bahagia dengan cintanya.
Dan hal yang lebih penting lainnya, ada beberapa orang yang hanya datang untuk mengajarkan apa arti cinta, bukan untuk saling memiliki dalam cinta.
Kesuksesan sebuah hubungan adalah kelapangan hati untuk bersabar dan mau melakukan sesuatu untuk apa yang kita jalani. Namun, jangan membiarkan diri hanya menjadi korban dalam sebuah hubungan, karena, bisa saja kamu cinta, dia tidak. Lalu kemudia dia memanfaatkan perasaanmu untuk melakukan yang dia mau.
Apalagi untuk seorang wanita, tidak banyak wanita yang mau menyisihkan egoisnya untuk seorang yang dia cinta. Namun, ketika hal itu dilakukan, sedikit sekali laki-laki yang menyadari pengorbanan seorang wanita dalam menyakiti hatinya sendiri demi senyum seseorang yang dia cintai.

Cukup, cukup.
Hari ini saya tidak menjadi filsafat cinta, karena dalam hal ini saja saya masih sangatlah payah.
See you again,
Oh ya kalau ada yang mau sharing sesama remaja, silahkan hubungi saya di marsyagiptajuliana@gmail.com . Dengan senang hati saya akan membalasnya (kalau ada wifi atau paket internet hohohoho), tapi sooner or later pasti dijawab.
Terimakasih telah membaca !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar