Ada aroma dan bebauan yang sepintas menyeret kita pada masa lalu.
Aroma yang tak lagi bisa dirasakan di masa ini, tapi sekelebat kadang lewat di indra. Bau kayu di senikan, harumnya nasi yang dimasak dengan pamongka, hujan yang membasahi jerami, anjing-anjing penjaga kebun yang basah, bau keringat setelah berlarian mengusir burung di sawah, batang padi yang dibuat menjadi peluit, sayur labu, bambu muda yang dijadikan serpok, bau sentalo yang dilumatkan untuk mengobati luka, jerami untuk membakar jagung bete’, bau lumpur persawahan.
Hhhh...
Untuk anak desa sepertiku, beruntung sekali jika dimasa ini diberi kesempatan lagi menikmati aroma dan menjalani momen-momen itu. Ketika menulis masih di tanah bukan di gadget. Ketika tidak saling sapa karena ketahuan ketika main selo’ bukan karena sindiran di sosmed. Naif jika bilang tidak menikmati masa-masa ini.. Hanya saja, saat ini ingin sekali kembali pada masa itu, jadi liburan yang paling kuinginkan saat ini dalam hidupku.
*senikan = tungku untuk memasak dengan bahan bakar kayu
*pamongka = panci untuk memasak nasi
*serpok = sejenis senjata untuk anak-anak bermain yang terbuat dari buluh bambu kecil dan dimainkan seperti pistol dengan kertas basah sebagai pelurunya
*sentalo = daun nampong / kirinyuh
*bete’ = popcorn
*selo’ = petak umpet
Senin, 9 Maret 2020
@marsajuliana
*gambar mungkin memiliki hak cipta


Tidak ada komentar:
Posting Komentar