Senin, 05 Januari 2015

PDKT Bersih !



Assalamualaikum. selamat pagi, minna !
Okey, berhubung lagi ada wi-fi gratis :3, maklum gue suka yang gratisan, gue ngeposting something yang dekat di telinga para remaja-remaja sekarang. Loe-loe pada, pernah dengar PDKT kan? Atau sudah pernah ngejalanin. Yup, masa dimana pasangan saling mengenal. Tapi, disini, gue ngeposting sesuatu yang mungkin luput, tetapi sangat berpengaruh (khususnya buat gue) tentang PDKT. Okey, Let’s see !


“Aku tidak ingin mengotori PDKT dengan kata panggilan sayang atau pengungkapan perasaan yang hanya sebagai bumbu harian. Dan apabila sudah terlanjur, biasanya aku akan mundur dengan perlahan. Karena aku tau, aku tidak akan merasakan indahnya perbedaan hubungan dari PDKT menuju ke pacaran.”
Aku selalu mendambakan PDKT yang bersih dimana kita masih belum bisa menebak, masih terpesona dengan sesuatu yang bahkan tidak bisa disebut gombalan, atau merona karena menahan rasa. Menurutku, itu sangatlah menyenangkan. Menikmati nafas yang sesak menahan rindu dan tidak menyampaikannya. Ah, how beautiful that feels. Itulah yang menandakan bahwa PDKT itu adalah benar-benar awal,awal dimana perasaan akan meluapkan rasa yang mendidih, sehingga cinta benar-benar terasa.
Bagiku, keindahan masa pacaran itu tergantung bagaimana kita mengatur PDKT agar tidak membosankan. Jika saat PDKT saja sudah bosan, apalagi ke tingkat yang selanjutnya bukan? Karena percaya tidak percaya masih banyak ditemui : PDKT sebulan pacaran sehari. Dan itu miris, guys !
Tentu saja tidak ada yang mau hal seperti itu. Mana ada yang mau susahsusah PDKT, namun hasilnya hanya dirasakan dalam sehari. Jadi, perlu ditekankan bahwa masa PDKT itu seperlunya saja, jangan mengulur-ngulur waktu dengan lebih lama. Tetapi, tu kembali lagi pada pibadi masing-masing. Jika PDKT terlalu lama, kalian bisa mati rasa dan hilang hasrat. Itu sudah banyak terbukti.
Selain itu, di masa PDKT kita harus benar-benar menjadi diri sendiri, jangan dimana-mana fake ! Wajar saja bukan, ketika pacaran dan sudah tidak menyamar, lalu pasangan tidak menyukai apa adanya kita. Itu salah sendiri, mengapa tidak berani memperkenalkan diri dengan sebenar-benarnya.
Salah satu yang penting juga saat PDKT, ketika memang sudah ditanamkan dalam diri bahwa akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya, jangan pernah berhenti. Artinya jangan memotong jangka PDKT itu dengan keegoisan yang sepele, misalnya karena ingin di sms duluan padahal seringnya nge-sms duluan. Kalo si do’i peka yah masih mending, tapi kalo ngga? Malah menimbulkan jarak bukan? PDKT nya ngga berhasil deh.
Satu lagi hal penting lainnya. Jangan memutuskan hubungan apa yang akan dijalani dalam PDKT yang sebenarnya untuk pacaran menjadi hubungan lain. Misalnya tiba-tiba di tengah perjalanan PDKT malah bilang : Kita adek kakak aja, kita temenan aja, kita sodaraan aja, kita bunuh-bunuhan aja, dll. Guys, tolong jangan gitu, apalagi kalo saat itu kalian Cuma badmood, becanda, atau lagi males-malesnya. Ingat, perasaan tidak sebercanda itu. Konon, nantinya si pasangan akan ngerasa langsung lemes dan nganggap semuanya sia-sia, dan sialnya lagi, nanti mereka akan ngerasa bersyukur karena belum sampai pacaran dengan kalian karena anggapan yang lebih buruk lagi jika kalian terus melanjutkan. Dan lagi, apapun yang akan kalian jalani setelah itu, BUKAN PDKT lagi menurut mereka, melainkan hubungan apa yang kalian ungkapkan sebelumnya. Setelah hal itu terucap, kalian akan sulit bahkan ngga bisa ngajak mereka pacaran atau ngelanjutin PDKT. Paling-paling hanya beberapa orang yang mau, dan mungkin mereka adalah orang yang putus asa.
Jadi, jangan pernah membuat perasaan seseorang menjadi guyonan disaat apapun misalkan PDKT. Kallian ngga bener-bener tau kan, kalo mereka punya stok lain yang lebih baik. Jangan sampe nyesel karena kata yang kendung terucap tanpa memikirkan resiko besarnya. Karena apapun resiko yang datang adalah kalian sendiri yang akan menghadapinya.
Terlebih untuk Cancer goldar O seperti saya (kebetulan nyinggung dikit nehh hehe). Perasaan bagi kami sangat berharga, karena itulah mengapa kami terlahir sebagai spesies romantis (ciee ciee). Tetapi, kami juga cukup lihai dalam memimpin diri sendiri untuk menjauhi orang yang diluar jangkauan atau diluar mau hati. Tanpa kalian sadari, ternyata kami sudah tidak kalian miliki, padahal itu karena ulah kalian sendiri.
So, jangan jadi orang merugi, guys ! Karena begitupula dengan semua orang, tidak ada yang senang jika perasaannya dipermainkan. Terlebih untuk beberapa orang yang sangat peka dan detail dalam kata-kata, karena kata yang kalian ucapkan meskipun tidak bermaksud demikian, akan menjadi bumerang untuk diri kalian sendiri.
 Sekian postingan kali ini, gue harap kalian jaga hati kalian dan hati masing-masing. See ya !

                                                                                      

                                                                                                              Marsya Juliana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar