Assalamualaikum. selamat pagi, minna !
Okey, berhubung lagi ada wi-fi gratis :3, maklum gue suka
yang gratisan, gue ngeposting something yang dekat di telinga para
remaja-remaja sekarang. Loe-loe pada, pernah dengar PDKT kan? Atau sudah pernah
ngejalanin. Yup, masa dimana pasangan saling mengenal. Tapi, disini, gue
ngeposting sesuatu yang mungkin luput, tetapi sangat berpengaruh (khususnya
buat gue) tentang PDKT. Okey, Let’s see !
“Aku tidak ingin mengotori PDKT dengan kata panggilan
sayang atau pengungkapan perasaan yang hanya sebagai bumbu harian. Dan apabila
sudah terlanjur, biasanya aku akan mundur dengan perlahan. Karena aku tau, aku
tidak akan merasakan indahnya perbedaan hubungan dari PDKT menuju ke pacaran.”
Aku selalu mendambakan PDKT yang bersih dimana kita
masih belum bisa menebak, masih terpesona dengan sesuatu yang bahkan tidak bisa
disebut gombalan, atau merona karena menahan rasa. Menurutku, itu sangatlah
menyenangkan. Menikmati nafas yang sesak menahan rindu dan tidak
menyampaikannya. Ah, how beautiful that feels. Itulah yang menandakan bahwa
PDKT itu adalah benar-benar awal,awal dimana perasaan akan meluapkan rasa yang
mendidih, sehingga cinta benar-benar terasa.
Bagiku, keindahan masa pacaran itu tergantung
bagaimana kita mengatur PDKT agar tidak membosankan. Jika saat PDKT saja sudah
bosan, apalagi ke tingkat yang selanjutnya bukan? Karena percaya tidak percaya
masih banyak ditemui : PDKT sebulan pacaran sehari. Dan itu miris, guys !
Tentu saja tidak ada yang mau hal seperti itu. Mana
ada yang mau susahsusah PDKT, namun hasilnya hanya dirasakan dalam sehari.
Jadi, perlu ditekankan bahwa masa PDKT itu seperlunya saja, jangan
mengulur-ngulur waktu dengan lebih lama. Tetapi, tu kembali lagi pada pibadi
masing-masing. Jika PDKT terlalu lama, kalian bisa mati rasa dan hilang hasrat.
Itu sudah banyak terbukti.
Selain itu, di masa PDKT kita harus benar-benar
menjadi diri sendiri, jangan dimana-mana fake ! Wajar saja bukan, ketika
pacaran dan sudah tidak menyamar, lalu pasangan tidak menyukai apa adanya kita.
Itu salah sendiri, mengapa tidak berani memperkenalkan diri dengan
sebenar-benarnya.
Salah satu yang penting juga saat PDKT, ketika memang
sudah ditanamkan dalam diri bahwa akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya,
jangan pernah berhenti. Artinya jangan memotong jangka PDKT itu dengan
keegoisan yang sepele, misalnya karena ingin di sms duluan padahal seringnya
nge-sms duluan. Kalo si do’i peka yah masih mending, tapi kalo ngga? Malah
menimbulkan jarak bukan? PDKT nya ngga berhasil deh.
Satu lagi hal penting lainnya. Jangan memutuskan
hubungan apa yang akan dijalani dalam PDKT yang sebenarnya untuk pacaran
menjadi hubungan lain. Misalnya tiba-tiba di tengah perjalanan PDKT malah
bilang : Kita adek kakak aja, kita temenan aja, kita sodaraan aja, kita
bunuh-bunuhan aja, dll. Guys, tolong jangan gitu, apalagi kalo saat itu kalian
Cuma badmood, becanda, atau lagi males-malesnya. Ingat, perasaan tidak sebercanda
itu. Konon, nantinya si pasangan akan ngerasa langsung lemes dan nganggap
semuanya sia-sia, dan sialnya lagi, nanti mereka akan ngerasa bersyukur karena
belum sampai pacaran dengan kalian karena anggapan yang lebih buruk lagi jika
kalian terus melanjutkan. Dan lagi, apapun yang akan kalian jalani setelah itu,
BUKAN PDKT lagi menurut mereka, melainkan hubungan apa yang kalian ungkapkan
sebelumnya. Setelah hal itu terucap, kalian akan sulit bahkan ngga bisa ngajak
mereka pacaran atau ngelanjutin PDKT. Paling-paling hanya beberapa orang yang
mau, dan mungkin mereka adalah orang yang putus asa.
Jadi, jangan pernah membuat perasaan seseorang menjadi
guyonan disaat apapun misalkan PDKT. Kallian ngga bener-bener tau kan, kalo
mereka punya stok lain yang lebih baik. Jangan sampe nyesel karena kata yang
kendung terucap tanpa memikirkan resiko besarnya. Karena apapun resiko yang
datang adalah kalian sendiri yang akan menghadapinya.
Terlebih untuk Cancer goldar O seperti saya (kebetulan
nyinggung dikit nehh hehe). Perasaan bagi kami sangat berharga, karena itulah
mengapa kami terlahir sebagai spesies romantis (ciee ciee). Tetapi, kami juga
cukup lihai dalam memimpin diri sendiri untuk menjauhi orang yang diluar
jangkauan atau diluar mau hati. Tanpa kalian sadari, ternyata kami sudah tidak
kalian miliki, padahal itu karena ulah kalian sendiri.
So, jangan jadi orang merugi, guys ! Karena begitupula
dengan semua orang, tidak ada yang senang jika perasaannya dipermainkan.
Terlebih untuk beberapa orang yang sangat peka dan detail dalam kata-kata,
karena kata yang kalian ucapkan meskipun tidak bermaksud demikian, akan menjadi
bumerang untuk diri kalian sendiri.
Sekian postingan kali ini, gue harap kalian jaga hati kalian dan hati masing-masing. See ya !
Marsya Juliana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar